Jenis dan Contoh Reportase

Jenis dan Contoh Reportase

Pernahkah kalian mendengar reportase?

Reportase adalah sebuah aktivitas jurnalistik dalam menyiarkan langsung kejadian atau peristiwa yang lagi terjadi di lapangan. Wartawan menjumpai langsung lokasi peristiwa atau TKP (Tempat Kejadian Perkara) kemudian menyiarkan data serta fakta seputar kejadian yang sedang terjadi tersebut.

Berikut adalah beberapa jenis-jenis reportase:

  1. Reportase Faktual

Pada jenis ini, Walter Lipman menjelaskan bahwa taraf reportase faktual hanya menyatukan data serta fakta-fakta yang seadanya terlihat dipermukaan, dan hanya benar-benar ada. Hal tersebut disebabkan reportase faktual bersifat dasar untuk menjelajah lebih dalam lagi. Dan merupakan laporan dari satu aspek dan bisa berguna yang mengisyaratkan peristiwa yang terjadi. Reportase ini mempunyai sifat yang hanya melihat dari satu aspek dan sekadar menyatakan kronologis peristiwa yang terjadi dan dibuat secara sebentar.

  1. Reportase Mendalam

Dalam kejadian pada peristiwa ini, wartawan akan memasukkan isi pidato tersebut sendiri, daripada dengan pernyataan-pernyataan yang sudah dikeluarkan dengan calon pemimpin tersebut saat beberapa waktu yang lalu. Teknik penulisan pada reportase ini memakai feature article dan news feature.

William L. Rivers, Bryce Mc Intyre and Alison Work dalam “Editorial” menjeleskan bahwa jenis reportase ini mendalam merupakan jenis laporan yang cukup berbeda dengan straight news; Wartawan menyatukan informasi serta fakta yang ada yang berisikan kejadian itu sendiri guna menjadi informasi tambahan mengenai kejadian tersebut.

  1. Repotase Komprehensif

Reportase ini bersifat bisa menangkap atau menerima dengan baik, luas dan lengkap.

  1. Reportase Investigasi atau yang dibahas dengan khusus dalam isinya, memiliki wawasan yang luas.Reportase ini mempunyai jenis laporan yang isinya mengenai fakta-fakta kejadian atau pendapat ataupun keduanya yang mengenai sebuah topik yang tengah ramai di perbincangkan pada masyarakat.

Contoh reportase adalah seorang wartawan mendatangi lokasi seminar. Di lokasi tersebut ia mengamati dan meneliti jalannya acara seminar tersebut, jumlah yang datang pada saat itu, materi pembicaraan seminar, mengambil makalah jika ada, mengambil gambar atau memotret kejadian jika tidak ada fotografer pada saat itu, kemudian melakukan wawancara pada panitia, narasumber, serta peserta yang hadir jika diperlukan.

Pengumpulan data tersebut untuk naskah berita berisikan 5W ditambah 1H yang berisi bagian-bagian berita sebagaimana telah dikatakam sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *