Pengertian Akomodasi

Pengertian Akomodasi

Pengertian Akomodasi – Apa itu akomodasi? Sering kita dengar kata ini dilepas sekiranya saat kita sedang menjadi anggota atau panitia dari sebuah acara, begitu juga saat kita sedang pergi berlibur, ataupun saat sedang dinas. Itu wajarnya, konteks akomodasi yang kerap digunakan dalam situasi-situasi tersebut merupakan artian akomodasi yang pada umumnya dimengerti.

Dalam konteks umum, jika merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘akomodasi’ berartikan sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan. Atas dasar ini, tidak jarang kita menjumpai kata akomodasi dalam berbagai situasi yang sudah diuraikan diatas. Namun, jika dibahas dengan lebih mendetil, terdapat pengertian yang lebih mendalam–dan berbeda nampaknya dengan yang sudah diangkat sebelumnya.

‘Akomodasi’ juga digunakan sebagai kata yang menjelaskan usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk dapat menyelesaikan sebuah konflik atau masalah. Dalam pengertiannya yang diarahkan kedalam penyelesaian masalah wujud dari akomodasi tidaklah selalu berbentuk seperti apa yang kita pahami pada tingkatan umum; seperti penginapan, dan makanan atau minuman.

Dalam menyikapi permasalahan, akomodasi dibedakan kedalam 10 bentuk, berikut penjelasannya:

  1. Adjudication

Bentuk akomodasi ini adalah penyelesaian masalah yang menggunakan jalur hukum, dimana kedua pihak yang bersengketa setuju untuk memajukan penyelesaian masalah ini dengan arahan hukum.

  1. Arbitration

Atau yang dalam lidah lokal biasa disebut arbitrase adalah penyelesaian masalah yang menggunakan pihak ketiga untuk menjadi penengah dari konflik yang hadir dan menghadirkan keputusan yang dapat menyelesaikan konflik.

  1. Coercion

Pengertian akomodasi dalam bentuk ini adalah proses penyelesaian masalah yang memaksa–bahkan terkadang dengan menggunakan kekerasan. Hal ini umumnya terjadi karena balance of power yang tidak seimbang yang terjadi didalam dua kelompok atau lebih.

  1. Compromise

Adalah sebuah bentuk akomodasi yang dimana kedua pihak yang bersengketa saling mengurangi ekpektasi dan tuntutan agar mengurangi intensitas konflik.

  1. Conciliation

Merupakan bentuk penyelesaian masalah yang menggunakan perwakilan dari kedua belah pihak  agar bisa mendapati perundingan yang lebih berkepala dingin.

  1. Elimination

Eliminasi merupakan akomodasi dimana satu pihak bersedia mengalah dan memundurkan diri dari konflik sehingga sengketa tersebut bisa terselesaikan.

  1. Mediation

Atau mediasi, merupakan penyelesaian masalah yang menggunakan pihak ketiga ketika konflik tidak lagi dapat diselesaikan oleh kedua pihak. Berbeda dengan arbitrase, pihak ketiga yang diikutsertakan dalam sengeketa ini tidak dapat mengambil keputusan (bersifat netral).

  1. Segregation

Adalah upaya penyelesaian yang dimana kedua pihak menghindari keberlanjutan konflik sehingga konflik tersebut tidak lagi berkembang.

  1. Stalemate

Merupakan bentuk akomodasi yang konfliknya akan berhenti secara sendirinya karena balance of power atau keseimbangan kekuatan dari kedua pihak yang berkonflik.

  1. Toleration

Toleransi merupakan bentukan akomodasi yang menghindari konflik agar tidak menjadi sebuah permasalahan yang besar.

Meski berbeda dengan pengertian akomodasi yang kita bahasa pada awal tulisan, pada dasarnya kedua pengertian ini; yang pada umumnya dan yang dibahas dalam penyelesaian masalah, keduanya masih difondasikan dengan konsep yang sama. Akomodasi merupakan sebuah usaha menyediakan seusatu untuk mencapai kebutuhan–sama halnya dengan penyelesaian konflik, perlu ada yang disediakan agar masalah dapat dituntaskan.

Baca Juga : Pengertian Estetika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *