Pengertian dan Contoh Diksi

Pengertian dan Contoh Diksi

Pengertian dan Contoh Diksi – Diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan sesuai untuk menyempaikan suatu gagasan untuk mendapatkan efek yang diinginkan.

Penggunaan suatu kata dapat memberikan efek yang sangat berbeda. Apabila kosa kata penulis atau pembicara terbatas, maka gagasan akan sulit untuk disampaikan kepada orang lain.

Sebaliknya, jika kosa kata yang digunakan penulis atau pembicara terlalu berlebihan, gagasan yang diberikan akan sulit dimengerti oleh orang lain. Karenanya, diksi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan atau ide.

Diksi ada bermacam-macam jenisnya. Berdasarkan maknanya, diksi dibedakan menjadi makna denotatif dan konotatif. Makna denotatif berarti kata yang memiliki makna yang sebenarnya dari kata tersebut.

Contoh Diksi yang bermakna denotatif, seperti: Saya ingin sekali beristirahat karena saya telah bekerja dengan sangat keras hari ini. Sebaliknya, makna konotatif berarti kata yang memiliki makna yang bukan sebenernya dari kata tersebut.

Contoh kalimat yang bermakna konotatif, seperti: Saya merasa sangat lelah karena membanting tulang untuk mencari nafkah. Membanting tulang pada kalimat tersebut bukan berarti pelaku secara harfiah membanting tulangnya, tetapi berupa kiasan untuk menggambarkan kerja keras yang dilakukan pelaku.

Selain berdasarkan maknanya, diksi juga dapat dibagi berdasarkan leksikalnya. Pembagian secara leksikal ada banyak yaitu, sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, polisemi, hipernim, dan hiponim. Sinonim adalah persamaan kata, yang berarti dua kata berbeda tetapi memiliki makna yang sama.

Contoh dari sinonim adalah gembira dan bahagia atau matahari dan mentari. Berlawanan dengan sinonim, antonim adalah lawan kata, yang berarti dua kata yang memiliki makna yang berlawanan. Contoh dari sinonim adalah naik dan turun, tinggi dan pendek, serta sinonim dan antonim.

Homonim adalah kata yang mempunyai maka berbeda tetapi pengucapan atau pelafalannya sama. Misalnya kata bulan pada kedua kalimat berikut:

‘Saya menerima gaji setiap awal bulan’ dan ‘Bulan terlihat sangat indah malam ini.’. Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki pengucapan yang sama namun memiliki makna yang berbeda. Homofon adalah kata yang bermakna berbeda, ejaannya berbeda, tetapi memiliki pelafalan yang sama.

Contoh dari penggunaan kata homofon yaitu, “Adik menabung di bank.’ dan ‘Adit berteman dengan Bang Dimas.’. Sementara homograf adalah kata yang memiliki pelafalan dan makna yang berbeda tapi ejaannya sama. Contohnya yaitu, ‘Ibu menggoreng tahu di dapur.’ dan ‘Aku tidak tahu apa yang dia maksud.’.

Polisemi adalah kata yang punya banyak arti, misalnya ‘Bunga bank termpat Indra menabung sangat besar.’, ‘Anya sangat menyukai bunga mawar.’, dan ‘Shinta adalah bunga desa di desa asalnya.’.

Kata bunga di ketiga kalimat tesebut memiliki arti yang berbeda-beda. Hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata lain, contohnya adalah bunga adalah hipernim dari melati, mawar, dan jenis bunga lainnya. Sebaliknya, hiponim adalah kata yang dapat diwakilkan oleh kata hipernim, contohnya: melati adalah hiponim dari bunga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *