Pengertian Hukum Adat

Pengertian Hukum Adat

Pengertian Hukum Adat – Mungkin sebagian dari kalian pernah mendengar kata-kata yang berbunyi

“Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung,” yang memiliki arti bahwa kita harus menghormati dan mengikuti adat-istiadat yang berlaku, termasuk juga hukum adat di tempat tersebut. Perlu diketahui bahwa adat-istiadat dan hukum adat yang berlaku di satu daerah dengan daerah yang lain tidak selalu sama karena mengikuti kebudayaan yang berkembang atau latar belakang di daerah tersebut.

Tapi sebenarnya apa sih pengertian hukum adat? Sebelum masuk ke pembahasan inti, tidak ada salahnya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa arti dari adat-istiadat.

Adat atau kebiasaan dapat diartikan sebagai tingkah laku yang dilakukan secara berulang-ulang dilakukan dengan cara tertentu dan diikuti oleh masyarkat luar dalam waktu yang relatif lama. Dapat disimpulkan unsur dalam adat istiadat adalam Pelaku, kegiatan (dilakukan berulang-ulang), dimensi waktu dan adanya kontak dari kelompok masyarakat lain. Contoh dari adat-istiadat ini adalah upacara karapaan sapi di Madura dan upacara dugderan di Semarang. Adat istiadat ini merupakan sebuah aturan yang tidak memiliki sanksi sama sekali.

Hukum Adat dapat diartikan seperti paparan di atas, yaitu serangkaian aturan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan menjadi pedoman hidup. Mudahnya, sebenarnya Hukum Adat tercipta dari Adat-Istiadat yang berkembang di suatu daerah. Berbeda dengan Adat-istiadat, terdapat sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar Hukum Adat.

Dari hasil pemaparan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa Hukum Adat memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu :

  1. Sebuah hukum adat tersebut berupa liisan atau tidak tertulis.
  2. Aturan dan pasalnya tidak sistematis dan tidak memiliki penjelasan lebih lanjut atau mendalam terhadap hukum adat yang berlaku.
  3. Keputusannya tidak memakai pertimbangan.

Tidak hanya di suatu daerah, Hukum Adat yang berlaku di berbagai Negara seperti Jepang, Inggris, Amerika dan Negara-negara lainnya tentu saja berbeda dengan Hukum Adat yang berlaku di Indonesia.

Bagaimana? Apakah anda sudah mulai memahami pengertian dari Hukum Adat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *