Pengertian Satelit

Pengertian Satelit

Pengertian Satelit – Manusia senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Dahulu orang-orang tidak akan berpikir dapat berkomunikasi dengan jarak antar wilayah yang sangat jauh secara langsung. Sampai akhirnya di temukan alat bernama telepon yang dikembangkan dari sistem telegraf. Telepon pada awalnya sangat bergantung pada kabel penghubung. Namun semakin maju peradaban, penggunaan telepon kabel perlahan mulai ditinggalkan. Hal ini berkat sistem yang di sebut dengan satelit. Tidak hanya telepon, dengan adanya satelit, manusia dapat memperoleh informasi dari suatu daerah yang sangat jauh hampir secara langsung.

Satelit berasal dari kata satelles yang dalam bahasa latin berarti “pelayan” atau “seseorang yang patuh dan melayani”. Secara ilmiah, satelit didefinisikan sebagai suatu benda yang bergerak mengitari benda lain yang berukuran lebih besar dan berada dalam jalur atau lintasan yang dapat diprediksi yang disebut orbit atau secara singkat dapat diartikan sebagai benda angkasa yang bergerak mengitari sebuah planet yang membentuk jalur lingkaran atau ekliptikal. Ada dua jenis satelit yang dikenal yaitu satelit alami dan satelit buatan.

Satelit alami adalah benda langit yang terbuat secara alami tanpa campur tangan manusia. Dalam sistem tata surya, setiap planet memiliki minimal 1 buah satelit alami. Contohnya adalah bulan yang mengelilingi bumi. Satelit alami terbesar yang pernah ditemukan dalam sistem tata surya adalah Ganymede, yang mengelilingi planet Jupiter.

Selain satelit alami, manusia juga membuat satelit yang mengitari bumi dan beberapa planet lain seperti mars. Satelit buatan umumnya memiliki fungsi tertentu seperti untuk komunikasi, memonitor perubahan cuaca, pemetaan, bahkan sebagai laboratorium penelitian. Contoh dari satelit buatan adalah satelit Palapa, Telkom, Garuda, Indostar, dan sebagainya.

Satelit buatan dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya serta berdasarkan ketinggian orbitnya. Berdasarkan fungsinya, satelit dibedakan menjadi satelit pengindraan jarak jauh yang berfungsi untuk mengamati bumi dan mengawasi lingkungan, satelit cuaca untuk mengamati pola dan perubahan cuaca, satelit komunikasi, satelit militer, satelit navigasi atau satelit GPS, satelit penelitian ilmiah, dan satelit astronomi yang berfungsi untuk meneliti luar angkasa.

Berdasar ketinggian orbitnya, satelit terbagi atas 3 jenis. Yang pertama adalah satelit low earth orbit atau LEO. Satelit ini berada pada ketinggian orbit 180 sampai dengan 2000 km dari bumi. Satelit jenis ini umumnya berfungsi untuk keperluan pengamatan cuaca, telepon satelit, bahkan satelit mata-mata. Pada ketinggian orbit LEO, banyak terdapat sampah angkasa. Sampah angkasa ini salah satu penyebabnya adalah satelit yang rusak atau hancur namun tidak ditarik ke permukaan.

Kemudian satelit medium earth orbit atau MEO. Satelit ini mengorbit bumi pada ketinggian 2000 sampai 36000 km dari bumi. Satelit jenis ini umumnya berfungsi sebagai satelit penginderaan jarak jauh, seperti satelit GPS milik Amerika Serikat dan GLONASS (Global Navigation Satelitte System) milik Rusia.

Yang terakhir adalah satelit Geostationary Earth Orbit atau GEO. Satelit GEO mengorbit pada ketinggian 36000 km atau lebih dari bumi. Satelit pada ketinggian ini bergerak lebih lambat dibanding satelit LEO dan MEO. Umumnya, kecepatan orbit satelit GEO adalah sama persis dengan kecepatan rotasi bumi atau disebut fenomena Geosynchronous orbit. Contoh satelit GEO adalah satelit VSAT yang berfungsi satelit cuaca skala global dan satelit palapa.

Baca Juga : Fungsi Pemasaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *