Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat

Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat – Pengertian zakat diartikan sebagai bersih dan suci atau sesuatu yang berkembang dengan subur. Di dalam kaidah syariat, zakat termasuk rukun islam yang nomor tiga. Sehingga mengeluarkannya adalah ibadah fardu ain.

Hukum Zakat

Dasar hukum fardu untuk zakat tersurat di dalam firman ALLAH dalam Al Quran. ALLAH Swt berfirman:

“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul, agar kamu diberi rahmat“. (surat An Nur 24: 56).

Sejarah Zakat

Sebelum turun ayat tentang fardu zakat, nabi menginstruksikan para sahabat dan umat untuk melakukan sedekah. Baru setelah ayat zakat diwahyukan Rasulullah pun merisalahkan perintah zakat.

Menurut ahli sejarah islam, zakat diwajibkan pada tahun 662 M. bahkan di kala itu, nabi Muhammad SAW mulai melembagakannya secara formal. Visinya adalah meminta zakat dari si kaya untuk diberikan kepada kaum yang lebih membutuhkan.

Sedangkan pada jaman khilafah, zakat mulai dikumpulkan secara rapi oleh pegawai kerajaan. Selanjutnya baru diberikan kepada orang yang membutuhkan seperti budak, fakir dan orang yang tidak mampu membayar hutang.

Jenis-Jenis Zakat

Secara garis besar, zakat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh umat islam setiap tahun. Waktunya adalah menjelang hari raya idul fitri.

2. Zakat Maal (Harta)

Jenis zakat yang kedua adalah zakat harta. Zakat ini diambil dari sebagian penghasilan kerja seperti hasil niaga, emas, hasil bertani, hasil pertambangan dan lain sebagainya.

Syarat-Syarat Wajib Zakat

1. Merdeka

Syarat pertama adalah harus merdeka. Untuk syarat ini, layak diimplementasikan di jaman sekarang. Karena sistem perbudakan sudah tidak ada lagi.

2. Milik Sepenuhnya

Harta yang bisa dizakatkan adalah harta yang murni milik umat islam. Sedangkan harta bersama umat lain, maka harus dipilih terlebih dahulu sebelum dizakatkan.

3. Cukup Haul

Cukup haul adalah harta yang wajib dizakatkan adalah harta yang telah menjadi hak milik dalam waktu tertentu. Syariatnya adalah satu tahun dalam kepemilikan.

4. Cukup Nisab

Nisab adalah hasil minimum dari seluruh harta setelah dihitung secara detail. Nilai minimum inilah yang akan dibayarkan sebagai zakat. Untuk jumlah detailnya sudah dibahas oleh ulama ahli fikih islam.

Hak Zakat

Menurut Al Quran ada 8 orang yang wajib menjadi penerima hak zakat. Ini dia orang-orang tersebut, yaitu:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Muallaf
  5. Hamba Sahaya
  6. Gharimin
  7. Fisabilillah
  8. Ibnus Sabil

Itulah penjelasan tentang zakat. Semoga ada manfaatnya untuk kita semua terutama dalam bidang ilmu fikih islam.

Baca Juga : Pengertian Akhlak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *